Senin, 19 Januari 2009

Membangun kekuatan finansial



Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah swt dari pada mukmin yang lemah walaupun dalam keduanya ada kebaikan. Dengan memiliki kekuatan yang lebih baik antara lain kuat fisik, kuat finansial, kuat mental dan kuat ruhiah maka kita akan lebih dicintai Allah swt.

Maka sejak awal kita harus mulai membangun kekuatan. Kita mulai dulu dari yang paling mudah yaitu kekuatan fisik.. Membangun kekuatan fisik bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain; Makan yang teratur dan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, dan bila perlu konsultasi ke dokter. Walaupun kekuatan fisik bukan satu-satunya yang terpenting tapi jelas jika fisik kita kuat akan sangat berguna. Jika kita sehat kuat maka akan lebih banyak yang dapat kita perbuat dan akan lebih baik lagi kualitas keimanan kita.

Kekuatan yang kedua adalah kekuatan finansial/keuangan, kekuatan ini juga akan membawa pada kebaikan. Hidup didunia ini segala sesuatunya memerlukan biaya. Apalagi hidup di zaman modern seperti sekarang ini yang kehidupanya serba materialistis dengan sistem ekonomi yang liberal. Yang membuat orang kaya semakin kaya dan tidak perduli dengan orang lain dan membuat orang miskin semakin miskin .
Karena itulah pentingnya membangun kekuatan finansial agar kita dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan menolong orang lain.

Sesungguhnya kemiskinan/kefakiran itu dekat dengan kekufuran dan kekufuran itu tempatnya di neraka, na’udzubillahi min dzalik. Maka dari itu kita harus segera membangun kekuatan finansial kita. Selagi usia masih muda, badan masih sehat dan kuat dan matahari masih terbit di ufuk timur.

Golongan orang yang masuk surga tanpa hisab adalah ulama, orang kaya yang menafkahkan hartanya di jalan Allah,mujahid dan haji mabrur. Dikisahkan ketika haji mabrur dipersilahkan masuk ke surga lebih dulu tetapi dia menolak dengan alasan ulama harus lebih dulu karena ia mengetahui hukum-hukum haji dari gurunya yang seorang ulama. Begitu pula mujahid ia tidak akan mengetahui keutamaan jihad kalau tidak ada ulama yang mengajarkanya. Tetapi ketika ulama dipersilahkan, ia malah mempersilahkan orang kaya. Karena ia menganggap jika tidak ada orang kaya yang membangun bangunan-bangunan islami, ia tidak mungkin dapat berdakwah.

Tetapi jangan kita mengumpulkan harta untuk bermewah-mewahan. Kumpulkan harta hanya untuk membangun kebajikan, menolong orang banyak. Kalau untuk kita secukupnya saja,wajar dan proporsional selebihnya sedekahkan. Percayalah masing-masing diri kita sudah punya rezekinya masing-masing. Terus evaluasi diri,maksimalkan usaha,peras otak, terus berdoa. Kalau kita gabung kekuatan otak,fisik dan doa insya Allah akan bertemu rezeki yang barokah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar